Deddy Tewu

Kabar kepergian sang kawan untuk selama-lamanya mengiang di telingaku. Seluruh tubuhku serasa lemas, seakan tak percaya apa yang terjadi.

Malam itu, Senin 4 Agustus 2014 tepat pukul 24.00 teng, aku dikejutkan oleh sebuah postingan bergambar di Facebook, terlihat sosok yang aku kenal terbujur lemah di ruang emergency sebuah rumah sakit swasta. Wajahnya bagian kiri nyaris tak berbentuk. Seketika tersiar kabar jika Sang Kawan ini mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai Spin matic mungilnya di kawasan desa Manembo-nembo Kota Bitung.

Deddy Tewu

Denyut jantungku berdenyut cepat melihat kondisi Sang Kawan yang tak berdaya. Malam itu aku tak bisa tidur. Doa dan harapan aku mohonkan kepada Tuhan supaya kondisi sang kawan ini tak memburuk.

Puncaknya terjadi di malam Jumat (Kamis malam) ketika Alam Memberi Tanda bahwa Sang Kawan Telah Pergi, akupun pasrah! Benar saja, esoknya di hari Jumat 08 Agustus 2014 ketika bangun tidur, kabar kepergian sang kawan untuk selama-lamanya mengiang di telingaku. Seluruh tubuhku serasa lemas, seakan tak percaya apa yang terjadi.

Selamat jalan kawan Dedy Sintan Tewu, tangisan kami adalah kebanggaan akan sosokmu dan teriakan kami adalah salam terindah yang tak pernah terucapkan sebelumnya….

Aku mengenal almarhum sebagai Sang Kawan terhebat. Ia sosok yang tangguh dan tipe pekerja keras. Jiwa sosialnya tinggi dibandingkan rekan sebayanya di kampung. Ia juga suka berorganisasi di Pemuda GMIM dan komunitas kepemudaan lainnya. Ia juga bergabung bersama komunitas motor Suzuki Matic Rider Team (SMART) di Manado.

Leave a Reply