Berdasarkan UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa di Pasal 26 ayat 2 huruf b menyebutkan :

Kepala Desa dalam menjalankan tugasnya berwenang mengangkat dan memberhentikan perangkat Desa.

Mekanisme pengangkatan perangkat desa telah diatur dalam Permendagri No. 67 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Permendagri No. 83 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentkan Perangkat Desa.

Apabila jabatan perangkat desa mengalami kekosongan, baik Berhenti karena meninggal dunia, atau berhenti karena mengundurkan diri maupun berhenti karena telah diberhentikan. Maka kepala desa melakukan penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa, paling lama 2 bulan setelah mengalami kekosongan.

Metode penjaringan dan penyaringan calon perangkat desa dilakukan oleh Tim seleksi yg dibentuk oleh Kepala Desa yg terdiri dari Seorang Ketua, seorang Sekretaris, dan minimal seorang anggota.

Hasil penjaringan dan penyaringan bakal calon perangkat desa  sekurang2nya 2 orang calon. Kedua calon yg lolos seleksi dikonsultasikan oleh kepala desa kepada camat.

Camat memberikan rekomendasi tertulis terhadap calon perangkat desa selambat2nya 7 hari kerja.

Apabila Surat Rekomendasi yg diberikan Camat berisikan persetujuan, Kepala Desa menerbitkan Keputusan Kepala Desa Tentang Pengangkatan Perangkat Desa.

Akan tetapi apabila surat rekomendasi Camat berisikan penolakan terhadap kedua calon perangkat desa yg dikonsultasikan oleh kepala desa kepada camat, Kepala Desa melakukan penjaringan dan penyaringan kembali terhadap calon perangkat desa.

Leave a Reply